masyarakat adat Lampung

Artikel terkait : masyarakat adat Lampung

Penjelasan dalam Depdikbud “Adat Istiadat Daerah Lampung” (1985/1986: 29) Perkiraan sejarah masyarakat suku Lampung di mulai dari Zaman Hindu Animisme yang berlaku antara tahun pertama Masehi sampai permulaan abad ke-16. menurut berita Negeri Cina pada abad ke-7, dikatakan bahwa di daerah Selatan terdapat kerajaan-kerajaan yang antara lain disebut To-lang, P’ohwang, dengan mempersatukan kedua nama itu maka dijumpai kembali Tulang Bawang, yang ditempatkan di Lampung. Diperkirakan terletak di sekitar Way Tulang Bawang, yaitu di kecamatan Tulang Bawang (Menggala di kabupaten Tulang Bawang). Bukti peninggalan sejarah berupa bukit yang terletak di rawa-rawa “ bawang terbesu” di ujung kampung Ujung Gunung Menggala, yang disebut “bukit kapal Cina” dan “ Pulau Daging”. Dikatakan bahwa kedua bukit tanah itu adalah bekas kapal Cina yang hancur dan tempat mayat yang bergelimpangan akibat perang dengan prajurit Tulang Bawang. Jika dipergunakan pendapat Yamin, maka nama To-lang, P’ohwang akan berarti “ Orang Lampung” atau “ Utusan dari Lampung” yang datang dari Cina pada abad ke-7.

Dalam Depdikbud “Adat Istiadat Daerah Lampung” (1985/1986: 31) menjelaskan bahwa menurut kitab Kutara Raja Niti, orang Lampung (Suku Pubian, Abung Peminggir dan lain-lain) berasal dari Pagar Ruyung, keturunan Putri Kayangan dan Kua Tunggal. Setelah kerabat mereka berdiam di Skala Berak, maka di masa cucunya, Umpu Serunting, mereka mendirikan Keratuan Pemanggilan. Umpu Serunting menurukan lima anak laki-laki yaitu Indra Gajah yang menurunkan orang Abung, Belunguh yang menurunkan orang-orang Peminggir, Pa’lang yang menurunkan oraang-orang Pubian, Pandan yang dikatakn menghilang dan Sangkan yang dikatakan menurunkan Sukadanaham.

Artikel modelbelajar.web.id | Metode, strategi, dan model pembelajaran Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan berkomentar dengan bijak, sopan, dan santun. termiakasih telah mampir dan membaca blog kami.

Copyright © 2015 modelbelajar.web.id | Metode, strategi, dan model pembelajaran | Support by Warnetgea