Apa itu istilah unicorn dalam bisnis online atau startup

Unicorn adalah salah satu nama hewan mitologi dari benua eropa, berbentuk kudan dan memiliki satu tanduk di dahi nya, namun kini populer sebagai salah satu istilah bisnis di dunia startup, Beberapa literatur sampai lembaga riset internasional menuliskan unicorn adalah sebuah perusahaan startup yang memiliki valuasi nilai hingga US$ 1 miliar. 

Gambar : CNBC Indonesia


Valuasi startup merupakan nilai ekonomi dari bisnis yang digeluti suatu perusahaan rintisan. Valuasi biasanya dijadikan acuan untuk mengukur seberapa besar potensi bisnis sebuah perusahaan. Valuasi startup sendiri adalah nilai ekonomi dari bisnis yang dilakukan sebuah startup. 

Istilah unicorn di dunia startup pertama kali diperkenalkan oleh pemodal kapital Aileen Lee pada tahun 2013. Lee menggunakan istilah unicorn untuk mendefinisikan perusahaan teknologi yang dinilai memiliki ide dan solusi tak biasa dengan valuasi lebih dari US$1 miliar.

CB Insight menuliskan riset pada Januari 2019, saat ini sudah ada 300 unicorn di seluruh dunia. Kemudian, yang lebih tinggi kastanya adalah decacorn di mana bervaluasi US$ 10 miliar. Adapun hectocorn bernilai US$ 100 miliar.

  • Unicorn = Startup yang memiliki valuasi nilai US$ 1 miliar
  • Decacorn = Startup yang memiliki valuasi nilai US$ 10 miliar
  • Hectocorn = Startup yang memiliki valuasi nilai US$ 100 miliar
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pernah menyampaikan, di tahun 2019 ini pemerintah menargetkan akan ada lima startup unicorn di Indonesia.

Indonesia saat ini, berdasarkan beberapa riset yang disebut Presiden Jokowi, memiliki empat unicorn. 4 unicorn tersebut adalah Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak.

Valuasi perusahaan konvensional mempertimbangkan beberapa aspek termasuk nilai perusahaan di bursa saham, nilai dari jenis saham lain yang dimiliki perusahaan, utang perusahaan, dan uang tunai yang dimiliki perusahaan.

Sementara bagi startup yang sejak tahap awal berdiri bisnis belum mendapat pemasukan atau keuntungan. Pendiri perusahaan atau calon investor akan mempertimbangkan aspek-aspek seperti jumlah dan nominal transaksi, jumlah pengguna, teknologi produk, kualitas tim, dan kompetitor.

Perusahaan yang mengantongi status unicorn berdasarkan penilaian yang dikembangkan oleh pemodal ventura dan investor yang berpartisipasi dalam putaran pendanaan. Semua unicorn sejatinya adalah startup, hanya nilainya dinilai berdasarkan potensi pertumbuhan dan perkembangan bisnis.

Mengutip laporan Corporate Finance Institute (CFI), penilaian untuk dicap sebagai unicorn tidak ada kaitannya dengan kinerja keuangan masing-masing perusahaan atau data fundamental lainnya.

Perlu dicatat tidak sedikit perusahaan teknologi dunia yang sudah mengantongi status unicorn namun belum menghasilkan keuntungan.

Untuk mengantongi status unicorn merupakan proses yang melibatkan berbagai pertimbangan dari banyak faktor. Termasuk perkiraan pertumbuhan bisnis satu perusahaan dalam jangka panjang.

Indonesia pun berpotensi memiliki dua decacorn tahun ini. "Potensi (decacorn) dua tetapi setidaknya satu. Saya gak mau sebut namanya," ujar Rudiantara di Hotel Mulia Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Sumber :
https://www.cnbcindonesia.com/fintech/20190217222913-37-56031/masih-bingung-apa-itu-unicorn-ini-penjelasannya
https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20190218014809-185-370201/mengenal-istilah-unicorn-dalam-dunia-startup